High Reliability Virtual Organizations: Co-Adaptive
Technology and Organizational Structures in Tsunami Warning Systems
MARTHA
GRABOWSKI, Le Moyne College, Rensselaer Polytechnic Institute
KARLENE
ROBERTS, University of California, Berkeley
URL
: http://doi.acm.org/10.1145/2063231.2063233
Abctract
Highly
reliable organizations (HROs) are those organizations, which by nature or
design, cannot or must not fail; the consequences of failure in such systems
are usually catastrophic. Systems that combine the characteristics of highly
reliable operations and distributed, virtual organizations are known as highly
reliable virtual organizations (HRVOs)—distributed and electronically linked
groups of organizations that excel in high-consequence settings. Tsunami warning
systems (TWS) are one example of virtual organizations that operate under
enormous expectations for reliability. Adaptive structuration theory suggests
that, in complex systems, technology and organizational structures co-evolve,
and users adapt technology to their needs, creating shared meaning about the
role and utility of technology in various settings. In this article, we
consider how the shared meaning that develops in the social shaping of
technology in one HRVO, tsunami warning systems, contributes to reliability
enhancement. Following Poole and De Sanctis [2000], this study is a
structuration study in a particular context, exploring how structuration
occurs, the conditions that influence it, and its consequences or outcomes. We
begin by describing HRVOs and the co-adaptive roles that technology and
organizational structures play in such organizations. We then describe a global
tsunami warning system as an illustrative case of a globally distributed
sociotechnical system for which use of technology and distributed
organizational structures should enhance reliability. We describe how social
media plays a role in adaptive structuration in tsunami warning systems, and
then return to consider the nature of HRVOs and their characteristics, en route
to identifying challenges in the co-adaptation of technology and organizational
structures in highly reliable tsunami warning systems.
Categories
and Subject Descriptors: H.4.2 [Information Systems Applications]: Types
of Systems—Decision support (e.g., MIS)
General
Terms: Human Factors, Management
Additional
Key Words and Phrases: Organizational structures, high reliability
organizations, virtual organizations, tsunami warning systems, crisis
management, disaster management, disaster response, computer human interaction,
communication, technology
ACM Reference Format:
Grabowski,
M. and Roberts, K. 2011. High reliability virtual organizations: Co-adaptive
technology and organizational structures in tsunami warning systems. ACM Trans.
Computer.-Hum. Interact. 18, 4, Article 19 (December 2011), 23 pages.
Pengkaji Jurnal : Alanikika Pratyaksa /
G64120024, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Tsunami
Warning System (TSW) adalah salah satu contoh dari virtual organisasi yang
didistribusikan secara global yang beroperasi dibawah harapan besar untuk
masalah kehandalan. Global TWS mencakup pusat peringatan yang diawaki oleh para ilmuan dan watchstander di
seluruh dunia, lembaga meteorology nasional dan internasional, manager darurat
yang harus memenyebarkan pesan peringatan dan instruksi dari pusat peringatan
secara real time kepada publik.
Pengajar lokal dan lembaga kepemimpinan haru mendidik dan melatih anggpta di
latihan ketahanan tsunami. Semua anggota pada sistem ini saling terikat oleh
legion jaringan termasuk pelampung deteksi kedalaman air tsunami, seimsmk dan
jaringan satelit observasi. Anggota dari TWS bertindak selaras dan secara real time untuk mengevaluasi ancaman
sunami sampai bagaimana cara untuk mengevakuasi publik.
Interaksi antara teknologi dan struktur
organisasi pada sistem yang kompleks telah digambarkan sebagai refleksi dari hubungan antara element sistem,
ditafsirkan dan diinterpretasikan dengan berbagai cara. Teknologi dan struktur
organisasi berkembang bersama, pengguna menyesuaikan teknologi sesuai
kebutuhan. Artikel ini mempertimbangkan bagaimana kita berbagi makna untuk
berkembang dalam pembentukan social teknologi dalam satu HRVO (Highly Reliable Virtual Organization),
Tsunami Warning System. Sosial media adalah salah satu dari teknologi yang
sering digunakan di HRVOs dan TWS. Pada TWS sosial media digunakan untuk
mengikutsertakan dan memberitahu publik, memberikan informasi penting secara real time, memonitor respon dan reaksi
publik, dan memperbaharui sistem peringatan. Beranjak pada pokok permasalah,
yang akan dibahas pertama adalah menjelaskan tentang HRVOs dan peran
co-adaptive yang teknologi dan struktur organisasi bermain dalam organisasi
tersebut. Kemudian menjelaskan tentang global tsunami warning system sebagai kasus
ilustrasi dari sebuah global dristibuted
Virtual Organization (VO). Kemudian menjelaskan bagaimana sosial media
memainkan peran pada strukturasi adaptif di
TWS.
Virtual Organization (VO) adalah
kelompok jaringan elektronik dari
organisasi yang melampaui batas-batas organisasi tradisional. VO mendukung
anggotanya yang tidak berada dalam satu lokasi untuk saling berhubungan secara jaringan
media elektronik Jaringan ini dibuat dengan banyak variasi termasuk product design, software engineering, financial tellecomunication, dan economic reporting. Kemudian pada bagian
Highly Reliable Organization (HRO)
dirancang untuk tidak gagal sebagai konsekuensi dari kegagalan yang biasanya
bencana. Penggabungan karakteristik dari VO dan HRO sendiri kemudian menjadi
HRVOs (Highly Reliable Organizations) dengan kendala yang dihadapau HRVOs
adalah substansial. Karena HRVOs terdiri dari distribusi, jaringan organisasi
dan proses bisnis bersama, resiko dapat bermigrasi antara anggoa organisasi.
HRVO juga terdiri dari anggota dengan tujuan individu pengguna yang berbeda,
politik dan budaya. Karena besarnya skala jaringan HRVOs berdampak pada
sulitnya pengembangan dan banyak timbulnya masalah. Maka dari itu tantangan
tersebut memberikan petunjuk penting tentang peran dari teknologi dan struktur
organisasi dalam meredam resiko dan megingatkan performa pada HRVOs. Perbedaan HROs dengan HRVOs salah
satunya adalah perbedaan asal anggota, jika HRO anggotanya berasal dari
organisasi yang sama sedangakan anggotanya berasl dari organiasai yang berbeda
dalam sebuah sistem terdistribusi.
Ketika sistem anggota terdistribusi
secara geografis dan bergantung pada teknologi informasi untuk pengetahuan, evolusi
bersama dari teknolofi informasi dan struktur organisasi menjadi sangat penting
dan sebuah penentu pada kemampuan sistem
untuk beradaptasi dengan organisasi baru. Evlolusi bersama ini pada teknologi
dan struktur organisasi menjadi terlhat dan penting pada HRVOs, dimana keduanya
berkembang bersama dan berkolaborasi.
Pad TWS, social media adalah salah satu
dari saluran primer pribadi dan organisasai dapat memperoleh kehandalan, informasi yang
relevant. Social media bukanlah entitas yang statis, sebuh struktur organisasi
yang berkembang dan berubah dalam HRVOs dan TWS. Social media menolong khusunya
pada perhitungan ancaman sunami. Dalam proses perkembangannya setelah bencana
sunami di samudera hindia pada 2004, dalam pembahasannya komite menemukan
beberapa peran penting untuk teknologi pada peningkatan TWS. TWS memiliki dua
TWC (Tsunami Warnig Center) yang terletak
di Hawai dan Alaska memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda karena
dalam aplikasi pembuatannya mengguaka software dan hardware yang berbeda.
Terdapat permasalahan dan perbincangan dengan fungsionalitas keduanya karena
memiliki fungsi yang sama dan kemudian tempat yang berbeda. Para komite
berdiskusi dan menawarkan opsi bahwa akan dilakukan merger menjadi terpusat atau tidak antara keduanya.
Berdasarkan pemaparan diatas dapat
diketahui bahwa bagaimana sebuah organisasi baru seperti HRVOs, dan teknologi
yang mendukungnya, terlihat berkembang bersama, bersama-sama merancang
keuksesan soaial dan artefak teknologi dari organisasi terpercaya. Aturan untuk
mengambangkan bersama-sama sebuah media baru, teknologi, dan struktur organisasi
dalam menjamin tingkat kinerja yang tinggi di HRVOs tidak dipahami denan baik.
Pada kasus ini bagaimana sosial media memainkan peran dalam strukturasi
adaptif. Namun pengetahuan bagaimana respon sosial dan organisasi untuk pesan
peringatan berubah dengan penggunaan sosial media yang terbatas. Pada TWS,
teknologi dan struktur organisasi berkembang bersama, TWS berfungsi salah
satunya untuk menghitung intensitas ancaman sunami yang kemudian informasinya
akan disebarkan ke ppublik secara real time
melalui media sosial yang dimiliki publik.